Bagian depan dihiasi gril besar dengan guratan tegas dan lampu utama LED ramping yang memberi kesan futuristik. Sementara bagian belakangnya dihiasi spoiler kecil, menegaskan karakter sporty tanpa berlebihan.
Masuk ke kabin, nuansa sporty langsung terasa. Warna merah maroon pada jok dan dashboard memberi kesan mewah sekaligus berani. Saat pertama duduk, posisi jok terasa rendah, bahkan Kompas.com sempat menaikkan tinggi kursi karena terasa “mendelep.” Tapi justru posisi duduk rendah inilah yang membuat sensasinya berbeda, seperti mobil sport.
Bagi pengemudi dengan tinggi 168 cm, posisi kaki bisa selonjor sempurna, dan setir terasa pas di genggaman, meski permukaannya sedikit terlalu halus. Uji coba memang tak jauh, hanya mengitari area Hotel Shangri-La Jakarta. Namun dari sesi singkat itu, kesan berkendara yang ditawarkan Mazda 3 Hatchback langsung terasa. Mobil ini punya karakter responsif dan lincah, terutama saat mode berkendara digeser ke Sport. Akselerasi terasa spontan, dan setiap injakan pedal gas direspons cepat oleh mesin.
Di balik kapnya, Mazda 3 Hatchback dibekali mesin 2.0 liter Skyactiv-G empat silinder, yang menghasilkan tenaga 156 PS pada 6.000 rpm dan torsi 200 Nm pada 4.000 rpm.
Tenaga disalurkan ke roda depan melalui transmisi otomatis 6-percepatan yang halus tapi tetap terasa bertenaga. Meski singkat, pengalaman bersama Mazda 3 Hatchback meninggalkan kesan kuat: mobil ini bukan cuma soal gaya, tapi juga soal rasa berkendara yang emosional dan menyenangkan.